Mencoba Memaknai Hidup Dengan Tekad, Kebersamaan, dan Do'a

Apa yang kalian ingat dengan Permainan Tradisional ini ?

Apa yang kalian ingat dengan Permainan Tradisional ini ?





Sobat, di era globalisasi sekarang ini kecanggihan teknologi semakin hari semakin canggih. Permainan yang ada pun sangat banyak dan terlihat modern dan lebih menarik. Tidak hanya permainan yang bertatap muka saja, namun juga ada permainan jarak jauh melalu media internet. Biasanya sering disebut dengan Game Online. jenis ini sekarang banyak digandrungi oleh anak-anak dan remaja bahkan orang dewasa yang sudah berkeluarga pun kadang juga asyik menikmati Game Online.

Makanya, sekarang permainan tradisional banyak ditinggalkan oleh anak-anak dan remaja. Padahal kalu dinilai, permainan tradisional lebih asyik daripada permainan di zaman sekarang ini. Disamping banyak macamnya, rata-rata permainan tradisonal membutuhkan gerak tubuh yang mengakibatkan tubuh kita seolah-olah berolahraga tanpa rasa lelah, karena senanglah yang dirasa. Untuk itu kita sebagai pemuda wajib melestarikan budaya asli indonesia ini yang mulai tergerus zaman. Kalau bukan kita sebagai pemuda indonesia yang mencintai produk dalam negeri, siapa lagi yang akan melestarikan budaya asli kita ini. Untuk itu, CS-Pe akan merefresh kembali pengetahuan kita mengenai macam-macam permainan tradisonal yang mulai ditinggalkan oleh anak-anak. Berikut ulasannya.

1. Permainan Kelereng (Bhs.Jawa = CIRAK)


Permaianan kelereng dalam bahasa jawa sering disebut dengan permainan CIRAK. Mengapa disebut begitu ? ane sendiri juga tidak tahu mengapa. Yang penting dalam permainan cirak selalu dibarengi rasa senang dan tawa. Aturannya cukup simpel. Pertama setiap pemain menyetorkan kelereng yang akan ditaruhkan sesuai perjanjian (biasanya 3 kelereng untuk 1 x kesempatan), kelereng ditata lurus vertikal. Setelah itu pemain beradu memperebutkan posisi pertama yang akan menembak/mengetis (Bhs.Jawa = nuju). Setelah itu yang dapat giliran terakhir menentukan jarak tempat untuk mengetis/menembak. Ketika kelereng yang dilempar mengenai barisan kelereng taruhan paling depan, maka seluruh kelereng taruhan menjadi hak miliknya. Pemain lain dapat merebutnya dengan mengenakan kelereng pemain yang akan menembak (gaco dlm bhs.jawa) dengan gaco dari pemain yang memiliki semua keleeng taruhan. Aturan lainnya, jika gaco pemain mengenai 2 kali kelereng taruhan maka itu dianggap tidak sah. Permainan kelereng ini sangat populer saat ane SD dulu. Namun sekarang mulai ditinggalkan oleh anak-anak karena tergeser oleh permainan teknologi yang lebih canggih.

2. Permainan Bungkus Rokok

Permainan ini tidak kalah bagus dengan permainan kelereng. Dulu juga sangat populer bahkan melebihi permainan kelereng. Permainan ini cukup simpel peraturannya. Hampir sama dengan peraturan permainan kelereng, cuma bungkus rokok yang sudah dilipat seperti gambar diatas, ditata bertingkat kemudian dibawahnya diberi kotak batasan. Gaco yang dipakai terbuat dari bahan batu atau kayu yang tipis dan tidak terlalu berat. Pemain dapat mengetis/menembak ke arah bungkus rokok yang sudah ditata. Apabila mengenai dan ada bungkus rokok yang keluar dari kotak batasan, maka itu menjadi hak milik pemain. Setiap bungkus rokok memiliki nilai jual yang berbeda (tergantung brand bungkus rokok), biasanya yang jarang dirokok orang memiliki nilai jual yang tinggi dalam permainan karena sulit mencarinya. Sam dengan permainan kelereng, permainan ini sudah mulai ditinggalkan bahkan tidak lagi dimainkan. Lebih parah dari pada permainan kelereng.

3. Permainan Pukul Batang Kayu (Bhs.Jawa= ENTHIK)

Permainan ini cukup ekstrim daripada 2 permainan diatas. Karena menggunakan batang kayu yang dipotong sesuai ukuran kemudian dipukul dan pemain lawan berusaha menangkap batang kayu yang dipukul. Resikonya, tubuh pemain lawan bisa saja terkena batang kayu yang dipukul apabila gagal menangkap batang kayu yang diarahkan. Semakin jauh batang kayu itu mendarat, maka semakin besar pula nilai yang didapat. Permianan enthik ini hampir sama dengan baseball, namun beda zaman. Mungkin permainan baseball mengadopsi dari permainan enthik ini. hehehehe. Seperti 2 permainan diatas, enthik sudah mulai ditinggalkan dan digerus oleh zaman modern.


Kalau sudah seperti itu, maka permainan asli indonesia akan hilang dan tidak lagi ada dan tidak dimainkan lagi. Rasa nasionalismepun juga akan mulai pudar karena lebih suka memainkan permainan dari luar negeri. Sebagai generasi muda, kita wajib melestarikan permainan tradisional ini. Dengan kembali mengajak semua warga agar selalu mencintai permainan tradisonal dengan cara yang benar. Selain itu kita juga bisa memberikan contoh dengan memainkan lagi permainan ini. Pemainan tradisonal diatas merupakan contoh kecil dari berbagai permainan tradisonal lainnya yang mulai tergerus zaman. Apalah arti sebuah negara kalau warganya tidak lagi melakukan atau mencintai kebudayaannya sendiri. SO, LESTARIKAN KEBUDAYAAN ASLI NEGARA INDONESIA.



Posted by Agus Tri Atmadi , Published at 19.57 and have 0 komentar

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar