Mencoba Memaknai Hidup Dengan Tekad, Kebersamaan, dan Do'a

Selamat Hari RRI - 11 September

Selamat Hari RRI - 11 September



Waktu saya SD, Radio Republik Indonesia (RRI) selalu menjadi idola. Sebabnya, secara berkala dipilih sebuah SD untuk mengisi acara. Bisa nyanyi, atau puisi. Wih senangnya waktu pertama kali masuk studio. Ruangannya tidak terlalu luas, ada seperangkat gamelan di pojokan. Lalu ada ruangan kaca tempat penyiar berada. Selama acara, kami harus tidak bersuara, dan mulai menyanyi ketika ada aba-aba.


Siaran radio hanya ada di frekwensi AM, radionyapun harus menggunakan antena dan tombol putar. Terlihat jarum bergerak saat tombol digerakkan. Jumlah stasiun radio mungkin hanya bisa dihitung dengan jari tangan, dengan RRI masih mendominasi. Acaranya sampai larut malam, terutama kalau ada pagelaran wayang.

Menginjak remaja, mulailah FM berjaya. Banyak radio berselera remaja, dengan penyiar yang berdialek (berusaha) Jakarta. Yah, ada logat Jawanya sesekali ngga pa pa deh. Radio jadi hiburan utama di rumah, karena TV swasta belumlah banyak. Request lagu merupakan acara utama, dengan salam-salaman sesama teman. Padahal tiap hari juga ketemu di sekolah. Lagu barat mulai jadi idola, kalau ngga ngerti liriknya, malu lah.

Saat ini hidup radio agak susah. Lawan media banyak juga, mulai dari televisi sampai internet. Semua mempunyai kelebihan yang radio tidak punya. Gambar, update berita dan sharing lagu. Bagaimana radio dapat bertahan di tengah situasi yang penuh persaingan?

Ada radio yang memiliki spesialisasi  pada hal tertentu. Misal radio khusus melaporkan keadaan jalan, radio khusus musik jazz, radio khusus talk show. Dengan menciptakan pasar yang makin spesifik, menyebabkan mereka memiliki penggemarnya sendiri. Radio lain memiliki jaringan di tiap kota besar, sehingga berita dan liputan dapat diperbarui dengan cepat. Yang lain memanfaatkan teknologi. Radio dapat didengar di mana saja dengan teknologi streaming. Jika susah, ada aplikasi yang dikeluarkan radio tersebut yang dapat diinstall pada gadget yang dimiliki pendengar.

Keberadaan penyiar bukan lagi menjadi kunci utama. Hanya sedikit penyiar yang mampu bertahan dengan gaya khasnya. Tidak ikut-ikutan dan selalu dinanti pendengar setia.

Radio kini tak didengar lagi saat berada di rumah. Lebih banyak media yang menggoda untuk digunakan. Namun saat berkendara, radio merupakan alternatif hiburan menemani perjalanan.

Maka dari itu, untuk memperingati Hari RRI besok tanggal 11 September, kita berdayakan lagi kekuatan yang dulu menjadi Pilihan Utama dalam bertukar pikiran. Tanpa adanya Radio kita juga tidak akan mengetahui berita-berita terkini mengenai dunia pada waktu itu.

SELAMAT MENYAMBUT HARI RRI (Radio Republik Indonesia) besok 11 September. Semoga Berjaya Radio Republik Indonesia.




Posted by Agus Tri Atmadi , Published at 22.44 and have