Mencoba Memaknai Hidup Dengan Tekad, Kebersamaan, dan Do'a

KISAH : Keindahan Mahameru 3676 MDPL

KISAH : Keindahan Mahameru 3676 MDPL

Keindahan Mahameru 3676 MDPL

Selamat pagi sobat CS-Pe, alhamdulillah kemarin admin bersama kawan-kawan telah melakukan pendakian ke Puncak Jawa yaitu Mahameru dengan ketinggian 3676 mdpl. Pada bulam Juni 2014, admin sempat juga mendaki ke semeru, sayang hanya bisa sampai Kalimati saja, karena ada orang hilang sehingga tidak boleh melakukan pendakian ke Puncak Mahameru. Oke, tanpa perlu panjang lebar, berikut sedikit cerita ketika kami melakukan perjalanan pendakian Gunung Semeru dari Kota Malang.

Malang – Mentari pagi masih terasa hangat ketika pada hari itu Rabu, 20 Agustus 2014. Menyiapkan barang-barang untuk bekal menuju puncak dari segala puncak di Pulau Jawa. Ya, itu adalah Mahameru puncak dari Gunung Semeru. Jam menunjuk pukul 9.00 pagi dan kami sejumlah 11 orang (9 Laki & 2 Perempuan) berangkat dari Malang menuju Ranupane yang merupakan pos pendaftaran dari pendaki Gunung Semeru. Ranupane masih termasuk dalam Kab.Lumajang. Sekitar 2 Jam perjalanan akhirnya sampai di Ranupane melalui daerah Tumpang.
Ranupane (2100 mdpl) – Pukul 12.00 kami memulai pendakian menuju tempat camp pertama kami nantinya yaitu Ranukumbolo. Kurang lebih 5 jam perjalanan kami baru di Ranukumbolo. Seharusnya sekitar 4 jam sudah sampai, namun karena kami hanyalah pendaki amatir jadi bisa dimaklumi.
Cerita Sepanjang Penghidupan
 Dari Ranupane ke Ranukumbolo terdapat 4 Pos peristirahatan. Diantara ke 4 pos tersebut terdapat sebuah tanjakan yang biasa kami sebut Tanjakan Jahanam yang terletak disamping persis Pos 3. Beberapa daerah yang kami lewati selama perjalanan ialah Lendengan Dowo, Watu Rejeng.

Ranukumbolo (2400 mdpl) – Sampai di Rakum (Ranukumbolo) kami langsung mendirikan tenda. Disamping itu hujan rintik mulai turun di kawasan Rakum ini. Kami memutuskan bermalam di Rakum sebelum melanjutkan perjalanan ke Kalimati. Di Rakum ini terdapat sebuah danau yang sangat bersih dimana air di danau ini adalah sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup disekitarnya termasuk kami para pendaki.
Cerita Sepanjang Penghidupan
Karena jernihnya air di danau ini, airnya pun dapat diminum. Kamis, 21 Agustus 2014 tepat pukul 10.00 kami berangkat menuju Kalimati. Tanjakan pertama yang kami lalui cukup terkenal dengan mitosmya, Tanjakan Cinta namanya. Konon barang siapa yang mampu naik sampai atas tanjakan tanpa sekalipun menoleh kebelakang, maka kisah cinta atau jodoh yang diinginkan akan terkabul nantinya sepulang dari Semeru. Namun ingat ini hanyalah sebuah mitos yang belum tentu benar adanya. Kami pun tak terlalu menghiraukan mitos ini, karena bagi kami jodoh adalah Kuasa ILAHI RABBI, dan kita sebagai umatnya wajib untuk berusaha bukan hanya mengharap saja, apalagi karena sebuah mitos. Nanti bisa-bisa terjerumus dalam kesyirikan. Naudzubillahimindzaliik.
Cerita Sepanjang Penghidupan


Cemoro Kandang (2500 mdpl) – dari Rakum ke Cemoro Kandang tidak terlalu jauh. Setelah melewati Tanjakan Cinta maka sudah terlihat dimana Cemoro Kandang tersebut. Setelah itu melewati lauta bunga lavender, sayang waktu itu lavender-lavender tidak berkembang jadi masih terlihat hitam atau kering. Sampai di Cemoro Kandang kami memutuskan istirahat 5 menit sebelum melanjutkan pendakian.
Cerita Sepanjang Penghidupan

Jambangan (2600 mdpl) – melanjutkan perjalanan dari Cemoro Kandang akhirnya kami sampai di Jambangan sekitar pukul 11.30. dari Jambangan sudah terlihat jelas Puncak dari Pulau Jawa yaitu Mahameru. Ini membuat kami lebih termotivasi untuk melangkah lagi menuju camp kami berikutnya yaitu Kalimati.

Kalimati (2700 mdpl) – perjalanan dari Rakum ke Kalimati membuat kami lumayan lelah, karena tanjakan yang tiada habisnya terutama dari Cemoro Kandang menuju Jambangan. Kami memutuskan untuk camp disini dan beristirahat menyiapkan tenaga untuk pendakian ke Mahameru malam nantinya.
Cerita Sepanjang Penghidupan
Berbeda dengan camp di Rakum, disini air harus diambil disuatu tempat yang disebut Sumber Mani. Air yang menetes di tempat tersebut sangat enak dan segar untuk minum. Dan kalau boleh kami bandingkan, air di Sumber Mani lebih segar dari air di Danau Rakum. Jam 3.00 tepat kami semua harus tidur, karena nanti malam jam 9.00 tepat kami harus melanjutkan pendakian menuju Mahameru.
Cerita Sepanjang Penghidupan

Menuju 3676 MDPL – Jam menunjukan 9.00 kami bergegas untuk mendaki, dan tantangan baru dimulai. Waktu normal bagi pendaki yang menuju puncak sekitar 8 Jam dari Kalimati ke Mahameru. Jalanan setapak yang semakin naik menjadi sebuah tantangan yang seru, selain itu semakin beratnya untuk bernafas juga menjadi salah satu tantangan. Semakin tinggi suatu daerah maka kandungan oksigen di udara juga semakin tipis. Dari Kalimati ke Arcopodo kemudian lanjut Cemoro Tunggal masih terdapat rimbunan pohon-pohon yang tumbuh. Pohon-pohon tersebut dapat dijadikan sebagai pegangan ataupun sandaran ketika lelah mendaki. Dari Cemoro tunggal inilah jalan yang dilalui sudah pasir total. Ibarat melangkah 5 langkah turun 2 langkah.
Cerita Sepanjang Penghidupan
Dengan jalan pasir yang naik membuat kami juga kelelahan, seringkali kali kami berhenti untuk sejenak istirahat, karena kalau terlalu lama untuk istirahat maka tubuh akan terlena karena dinginnya juga semakin terasa. Jum’at, 22 Agustus 2014 pukul 7.00 tepat kami akhirnya sampai di Puncak Semeru yaitu Mahameru. Seharusnya memang 8 jam perjalanan, namun lagi-lagi karena kami pendaki amatir, kami rasa perjalanan 10 jam masih bisa dikatakan layak diacungi jempol.  Dari puncak terlihat beberapa gunung seperti Gunung Raung disebelah timur, Gunung Arjuna disebelah barat laut. Dari puncak juga terlihat kawah Gunung  Semeru yaitu Jonggring Saloka.
Cerita Sepanjang Penghidupan

Menuju Malang – turun dari Mahameru sekitar pukul 10.00 menuju Kalimati. Sekitar 2 Jam perjalanan kami sampai di Kalimati, kami istirahat sampai pukul 5.00 sore kemudian menuju Rakum tempat dimana kami memutuskan bermalam sebelum menuju Ranupane. Sabtu, 23 Agustus 2014 pukul 10.00 pagi kami melanjutkan perjalanan dari Ranukumbolo ke Ranupane. Sekitar 3 Jam  perjalanan kita sampai di Ranupane. Istirahat beberapa jam untuk melepas lelah dan merasakan betapa indahnya Mahameru yang kemarin kami capai. Jam 3.00 sore kami melanjutkan perjalanan menuju Malang.

OUR TEAM
Cerita Sepanjang Penghidupan
 ACON
Cerita Sepanjang Penghidupan
 BOGEL
Cerita Sepanjang Penghidupan
 MAD
Cerita Sepanjang Penghidupan
 OZI
Cerita Sepanjang Penghidupan
 GOTENK
Cerita Sepanjang Penghidupan
 BIBI
Cerita Sepanjang Penghidupan
 BAGAS
Cerita Sepanjang Penghidupan
 SOGOL
Cerita Sepanjang Penghidupan
 RINDA
Cerita Sepanjang Penghidupan
 BELA
Cerita Sepanjang Penghidupan
SULE

                                                          

Bonus : IGO SEMERU GAN !!! (Bening Inside)
Cerita Sepanjang Penghidupan

Cerita Sepanjang Penghidupan
MANGTABS !!!



Posted by Agus Tri Atmadi , Published at 07.00 and have 0 komentar

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar