Mencoba Memaknai Hidup Dengan Tekad, Kebersamaan, dan Do'a

Antara Kepentingan Pribadi dan Kepentingan Bersama

Antara Kepentingan Pribadi dan Kepentingan Bersama

Assalamu'alaikum. Membicarakan mengenai urusan, pasti urusan akan terbagi menjadi dua, yaitu urusan pribadi dan urusan bersama. Mana yang harus didahulukan ?

Seseorang yang sedang menginjak usia antara 20-25, merupakan fasa untuk membentuk karakter yang kuat pribadi seseorang untuk menggambarkan bagaimana masa depannya mendatang. Sama halnya dengan saya pribadi, di usia ini yang harus diperhatikan adalah EGO. Kenapa begitu ?

Cerita Sepanjang Penghidupan


Menurut pandangan pribadi saya sendiri, ego yang terbentuk di usia ini cenderung teramat tinggi. Hal itu dikarenakan di fasa ini manusia lebih khawatir dengan apa yang dia akan punyai bukan apa yang kita lalui ? mengertikah sobat semua mengenai statement saya ini ?

Ya begitulah, manusia pada umumnya (termasuk saya sendiri) kadang masih bisa dibilang labil, dimana masih belum bisa menentukan mana yang baik didahulukan dan mana yang baik diakhirkan. Faktanya di usia inikita cenderung khawatir dengan kepentingan kita sendiri tanpa memikirkan kepentingan bersama. Semisal, ketika kita punya janji dengan seseorang tentang bisnis masa depan (dan waktu itu harus diselesaikan), tapi pada saat bersamaan ada salah seorang orang tua teman kita yang meninggal dan jarak rumah teman kita tersebut amatlah jauh. Pasti kita akan merasakan kebimbangan, kita pasti takut nanti kalau tidak menepati janji dengan rekan bisnis, maka terancamlah usaha yang sedang kita bangun. Disatu sisi lain, kita juga merasa tidak enak apabila kita juga tidak ta'ziah. Pasti sobat semua bimbang ? saya pun kalau mengalami kondisi ini juga pasti bimbang.

Kembali ke topik. Dalam kondisi diatas menurut sobat CS-Pe, mana yang lebih baik didahulukan?
Kalau menurut pandangan saya, lebih baik kita mendahulukan ta'ziah nya dahulu. Alasannya, merupakan kewajiban kita sebagai manusia yang berbudi luhur dan beragama. Masalah usaha yang sedang kita bangun, kita harus percaya bahwa Allah memberikan rezeki tidak hanya dari jalan itu-itu saja. Pasti ada jalan rezeki yang lain bahkan tak terduga datangnya. Selain itu, dengan kita datang ta'ziah, kita bisa saja untuk merangkul teman kita yang sedang berkabung agar lebih menerima dengan ikhlas karena semua itu adalah takdir dari-Nya.

Mungkin dari ilustrasi diatas ada yang kurang logis atau kurang sependapat dengan sobat semua, itu adalah hal biasa dalam warna-warni kehidupan. Semua orang pasti memiliki pandangan masing-masing mengenai kehidupan. Dan apabila sobat ada yang tersinggung saya memohon maaf yang sebesar-sebesarnya. Semua ini hanyalah ungkapan hati saya yang paling dalam mengenai pandangan tentang kepentingan pribadi  dan kepentingan bersama.
Terima kasih.


Posted by Agus Tri Atmadi , Published at 07.30 and have 0 komentar

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar