Mencoba Memaknai Hidup Dengan Tekad, Kebersamaan, dan Do'a

Fenomena Malam Minggu bagi si Jomblo

Fenomena Malam Minggu bagi si Jomblo




Malam Minggu memang identik bagi sebagian orang yang statusnya berpacaran. Menghabiskan sebagian waktunya demi menikmati malam bersama kekasih dan melepas rasa lelah dari sebagian aktivitas yang dilakukan di siang hari.

Tapi bagi sebagian orang terutama yang status nya "Jomblo", malam minggu adalah malam seribu malam yang Menyesakkan. Begitu malam minggu berlalu, rasa tersiksa berubah menjadi suatu anugrah dan ketika malam minggu tiba, maka ibarat pintu neraka buat hatinya mulai kembali terbuka.

Merasa sendirian tanpa seorang teman, membuat seseorang itu berasa di antara dua dunia yang berbeda. Kesunyian terasa suatu penghinaan akan dirinya yang tidak laku, ini hanyalah menurut pandangan para kaum jomblo.

Kejenuhan yang melanda di malam minggu semakin kuat ketika melihat seorang teman membawa pasangan kencannya untuk menikmati indahnya malam minggu dan akhirnya efek yang di rasakan adalah terpuruk. Tapi bagi seseorang yang mempunyai banyak teman, mereka biasanya menghabiskan malam minggu dengan ngumpul bersama(seperti saya), akan tetapi rasa jenuh dan kesepian itu tetap hadir, perlahan-lahan dan seakan-akan semuanya yang ada di sekelilingi berubah menjadi suatu kegiatan yang membosan kan.belum lagi bila teman - temannya pas di ajak jalan ternyata menghabiskan waktu malam minggu nya untuk berkencan dengan pasangan nya, semakin membuat si Jomblo merasa Malam Minggu adalah Neraka nya Dunia.

Fenomena malam mingguan begitu Kental di Negara tercinta ini terutama pasangan anak mudanya. Sementara di Negara - Negara lain Malam minggu tidak begitu spesial dibanding di negara kita. Malah sebalik nya Malam Jum'at di sebagian Negara - negara Timur tengah merupakan Malam mingguan mereka, mereka pergi berhibur, mereka melepas semua kepenatan setelah seharian bekerja,sementara di Indonesia terutama nya sangat mengkramat kan malam Jumat.

Kembali pada bahasan Malam minggu, Fenomena malam mingguan di Negara kita tak lepas dari pengaruh - pengaruh negatif. Begitu banyak nya hal - hal negatif yang terjadi di dalam masyarakat kita dalam merayakan malam minggu. Sepertinya tradisi turun menurun, tidak tau dari mana mulai tradisi malam mingguan di negara ini. Sementara Pengaruh - pengaruh negatif yang terjadi di kalangan masyarakat kita saat malam mingguan tak lepas dari masalah Moralitas.kasus Perkosaan,Penculikan,Maksiat sana sini,Mabuk - mabukan juga sering di habiskan pada saat malam minggu karna pada malam minggu lah berkumpul nya sekelompok orang yang dalam suatu Komunitas masing - masing sibuk sehari hari dan malam minggu menjadi penemu antar komunitas tersebut sehingga tak banyak dari mereka menjadi kan Malam Mingguan sebagai ajang untuk melakukan hal - hal negatif.

Belum lagi kemacetan - kemacetan yang terjadi akibat banyak nya pengguana jalan raya yang ingin menghabiskan malam mingguan mereka dengan pasangan mereka,teman - teman mereka,keluarga dan sebagai nya.
Namun Semuanya adalah hak masing - masing untuk mengisi waktu malam minggu mereka. Namun dalam memenuhi hak sendiri tak lantas harus mengabaikan hak orang lain.

Sementara bagi Sang Jomblo, sendirian duduk di Rumah, hanya berteman kan televisi yang membuat mata merasa kantuk. Namun keuntungan bagi sang Jomblo adalah mereka tidak harus merasakan Macet nya jalan,merasa jengkel terhadap pengguna jalan raya lain nya, tidak melihat kejadian kecelakaan,tidak melihat nya Kriminalitas2 yang terjadi saat malam mingguan.

Akan tetapi Rasa Bosan,Sunyi dan Jenuh tetap mengganjal di hati sang Jomblo ini. Naluri merasa kesepian itu wajar bagi seorang yang tidak berpasangan, namun untuk yang belom mempunyai pasangan yang pas, bisa mengisi malam minggu mereka dengan malam Minggu Special yaitu Bermalam Minggu sambil ngopi + nyeduh di rumah/kontrkaan



Posted by Agus Tri Atmadi , Published at 22.37 and have 0 komentar

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar