Mencoba Memaknai Hidup Dengan Tekad, Kebersamaan, dan Do'a

Cinlok Merusak Kinerja Organisasi Kampus

Cinlok Merusak Kinerja Organisasi Kampus


Pada kali ini CSPe akan membahas tentang fenomena yang ada di organisasi kampus. Yaitu Cinlok (Cinta Lokasi). Dengan semakin banyaknya mahasiswa yang diterima di suatu universitas, maka organisasi pun juga ramai untuk dimasuki oleh para mahasiswa yang ingin memiliki pengalaman organisasi. Namun disamping itu, ada unsur terselubung dari mahasiswa untuk mencari sesuatu yang menjadi tujuan utama dia mengikuti organisasi di kampus. 

Akhir-akhir ini pergaulan semakin sulit dikendalikan, apalagi di dunia mahasiswa yang sebagian besar adalah perantau. Sementara itu, organisasi pun menjadi tempat paling strategis untuk bergaul. Namun nyatanya, kebanyakan organisasi dimanfaatkan dengan salah, bukan menambah pengalaman, tapi hanya untuk mencari pasangan.

Pacaran pada era globalisasi ini semakin ganas, tak sedikit mahasiswa yang terjerumus dalam daya tarik pacaran anak muda zaman sekarang yang edan-edanan. Oh, kembali ke inti materi, organisasi dibuat agar mahasiswa memiliki pengalaman bersosialisasi sehingga sewaktu setelah lulus mereka tidak kaget dengan kehidupan di dunia yang sebenarnya. Tapi, para senior organisasi yang kebanyakan ALAY tur LEBAY, memberikan metode seleksi yang saya rasa kurang kompetitif bagi pendaftar (pengalaman ane). Kenapa harus ditanyai tentang pacaran saat diseleksi ? apakah itu perlu ?

Dengan kewenangan yang sewenang-wenang dari senior tersebut, memanfaatkan situasi tersebut untuk mencari pasangan hidup. Yah, dengan tidak mengindahkan apa tujuan berorganisasi tersebut. Sehingga kinerjanya tidak akan maksimal. Dengan begitu, organisasi akan banyak ditumbuhi dengan benih-benih cinta diantara anggota organisasi. Jadi, base camp organisasi bisa-bisa dipenuhi dengan orang pacaran. Pengalaman di kampus ane, 2 organisasi yang ada di jurusan ane pun juga begitu menurut penilaian ane. Tidak terlihat keseriusan dari kedua organisasi tersebut. Bahkan ada dosen yang kontra dengan organisasi tersebut (tidak bisa saya sebutkan).

Kalau seperti itu, apakah tetap dipertahankan keberaaan organisasi tersebut ? atau merombak seluruh anggota dengan mengganti dengan anggota yang professional ?



Posted by Agus Tri Atmadi , Published at 11.50 and have 1 komentar

1 komentar :

  1. like cak,,,,,,,,,
    senior ae udah edan2an,,,
    gmn nanti juniornya,,,

    BalasHapus