Mencoba Memaknai Hidup Dengan Tekad, Kebersamaan, dan Do'a

Tahun Baru, momen yang pas untuk Instropeksi Diri

Tahun Baru, momen yang pas untuk Instropeksi Diri



Desember 2012 segera berakhir, dan itu menunjukkan kalau akan terjadi pergantian tahun pada kalender masehi. Yap, 2013 akan segera masuk dan meninggalkan 2012. Tentu momen pergantian tahun banyak yang menunggu-nunggunya. Bertepatan dengan liburan sekolah adalah momen yang pas bagi sebagian orang untuk berkumpul dengan keluarga. Tahun-tahun yang lalu saya tidak pernah terlewati untuk merayakan malam pergantian tahun masehi. Disetiap sudut kota selalu terdengar suara petasan dan terlihat kembang api berlalu-lalang di udara. Tapi dari hari ke hari, saya semakin menyadari makna tahun baru masehi sendiri. Sebagai umat islam saya mengetahui kalau tahun baru masehi tidak ada tuntunannya dan ada yang mengatakan bahwa itu haram untuk dirayakan bagi umat islam. Terus bagaimanakah kita menanggapi tentang malam pergantian tahun baru masehi ?

Sebagai umat islam kita juga harus menyadari adanya toleransi antar umat beragama. Kita tidak harus menyerukan untuk mengharamkan perayaan tahun baru masehi dengan dalil inilah itulah atau apalah. Namun kita juga tidak boleh lupa bahwa kita adalah umat islam yang sedang memperbaiki hidup hari demi hari. Kalau ada orang yang sangat terbuka untuk mengajak umat islam menyerukan pengharaman perayaan tahun baru masehi, maka apakah orang itu hari-hari nya tidak menggunakan kalender masehi ? pastinya juga menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Tapi yang sangat saya sayangkan, mengapa beberapa waktu lalu saat tahun baru hijriyah tidak ada antusiasme sedikitpun dari umat muslim di sekitar kita. Banyak yang kurang mengetahui makna sebenarnya tentang tahun baru hijriyah. Dan coba kita lihat untuk beberapa hari kedepan ini, banyak sekali yang berantusias untuk merayakan tahun baru masehi, mulai dari pedagang, tukang becak, pegawai bahkan para pejabat. Setiap pergantian tahun masehi, disetiap kota diadakan pesta kembang api dan justru disokong oleh pemerintah daerah sendiri. Tapi saat tahun baru hijriyah, kemana orang-orang larinya ? masjid juga sepi seperti biasa dan hanya segelintir orang saja yang menikmati tahun baru hijriyah. Dan saya pun tidak termasuk orang-orang yang bisa menikmati tahun baru hijriyah yang mulia itu.



Maka dari itu semua, janganlah kita melarang untuk merayakan tahun baru masehi namun juga jangan larut dalam kesenangannya. Lihatlah kebelakang, apakah kita sudah cakap untuk melarang orang berbuat seperti itu. Kita hanya boleh mengingatkan saja agar tidak terjadi konflik yang berkepanjangan. Yang merayakan ya lakukanlah, yang tidak merayakan ya diam sajalah. Tapi yang terpenting kita harus bisa instropeksi diri terhadap kelakuan kita selama hidup, dan berdo'a agar lebih baik di tahun berikutnya. Tidak perlu kembang api, terompet, dan lainnya, yang diperlukan adalah hati kita sendiri. Cukup dengan itu agar kita akan menjadi pribadi yang lebih baik untuk seterusnya.



Posted by Agus Tri Atmadi , Published at 15.44 and have 0 komentar

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar