Mencoba Memaknai Hidup Dengan Tekad, Kebersamaan, dan Do'a

Sambut Ramadhan 1434 H : "Apalah arti puasa bila tanpa sholat"

Sambut Ramadhan 1434 H : "Apalah arti puasa bila tanpa sholat"

Cerita Sepanjang Penghidupan


Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan yang penuh berkah diantara bulan lainnya. Ramadhan 1434 H akan segera tiba, sudahkah kita melakukan persiapan untuk menyambutnya ? pastinya sudah, untuk menyambut bulan yang penuh berkah ini kita perlu tahu tentang puasa ramdhan. Pada kali ini admin akan mencoba membahas tentang Puasa Tapi Tak Sholat, karena realita ini banyak terjadi di sekitar kehidupan kita. Malah ada yang sholatnya cuma di bulan ramadhan. Sungguh aneh manusia-manusia tersebut. Oke, kita masuk ke materi yang kita bahas ini :


Diriwayatkan oleh Al-Bukhori (520) dari Buraidah رضي الله عنه, dia berkata : Rosululloh صلى الله عليه وسلم  bersabda :

( مَنْ تَرَكَ صَلاةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ )

Artinya :

“Barangsiapa yang meninggalkan sholat ashar maka sungguh telah gugur amalnya”.

Dari hadis diatas dapat kita tarik orang yang meninggalkan satu kali saja sholat 5 waktu maka segala amal yang pernah ia lakukan akan gugur tak berbekas atau sia-sia saja.


Syaikh Ibnu Al-Utsaimin ditanya dalam “Fatawa Ash-Shiyam (hal.87)” tentang hukum puasa orang yang meninggalkan sholat?

Beliau menjawab :

Orang yang meninggalkan sholat maka puasanya tidak sah dan tidak akan diterima, karena orang yang meninggalkan sholat adalah kafir murtad, berdasarkan firman Alloh Ta’ala :

{ فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ { التوبة/11

Artinya :

“Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama”. (At-Taubah:11)


Serta sabda beliau صلى الله عليه وسلم :

( الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلاةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ ( رواه الترمذي (2621) . صححه الألباني في صحيح الترمذي .

“Perjanjian yang ada antara kami dengan mereka adalah sholat, barangsiapa yang meninggalkannya maka sungguh dia telah kafir”. (HR. At-Tirmidzi (2621), dishohihkan oleh Al-Albani dalam “Shohih At-Tirmidzi”)

Dari beberapa dalil diatas sudah jelas bahwasanya meninggalkan sholat itu dianggap sebagai orang kafir, karena yang membedakan antara kaum mukmin dan kafir adalah sholat. Bila kita tidak mengerjakannya maka kita seperti orang kafir dan dosanya sungguh besar. Jadi jangan sampai kita meniggalkan sholat 5 waktu walaupun cuma sekali apalagi kita akan menyambut ramadhan 1434 H ini Tapi jangan sampai kita mengerjakan sholat hanya pada bulan ramadhan saja. Itu sama saja mencoba menipu Allah Yang Maha Mengetahui. Lalu bagaimana hukumnya orang yang mengerjakan sholat di bulan ramadhan saja ?


Lajnah Daimah (10/140) ditanya, jika seseorang bersemangat untuk puasa romadhon dan sholat pada bulan romadhon saja, akan tetapi dia meninggalkan sholat karena selesainya bulan romadhon, maka apakah dia berhak puasa?

Lajnah menjawab:

Sholat adalah satu rukun dari rukun-rukun Islam, sholat adalah rukun Islam yang terpenting setelah dua syahadat, dan dia adalah fardhu ‘ain, barangsiapa yang meninggalkannya karena menolak kewajibannya atau meninggalkannya karena menyepelekannya dan malas maka sungguh dia telah kafir, adapun orang-orang yang puasa pada bulan romadhon dan sholat pada bulan romadhon saja maka ini adalah pengelabuan terhadap Alloh, sungguh jelek sebuah kaum yang mereka tidak mengenal Alloh kecuali pada bulan romadhon, tidak sah puasa mereka karena mereka meninggalkan sholat pada selain bulan romadhon, bahkan mereka kafir dengan kufur akbar walaupun mereka tidak menolak kewajiban sholat, ini menurut pendapat yang paling shohih diantara dua pendapat para ulama.






Posted by Agus Tri Atmadi , Published at 07.40 and have 2 komentar

2 komentar :

  1. Posting anda sangat bermanfaat....

    BalasHapus
  2. trimakasih sudah mau mampir ke lapak ane....semoga berkah ramadhan ini selalu mnyertai mbk dan keluarga....

    BalasHapus