Mencoba Memaknai Hidup Dengan Tekad, Kebersamaan, dan Do'a

Hukum Kekekalan Galau : Galau is Energy

Hukum Kekekalan Galau : Galau is Energy


"Galau tidak dapat dimusnahkan, tetapi hanya bisa dialihkan ke hal-hal atau sesuatu yang lain"

Itulah hukum kekekalan galau yang bisa dikatakan hasil karangan sendiri. Namun bagaimana juga, galau memiliki energi tersendiri, bila tanpa energi tersebut maka manusia tidak akan memeilik kekuatan. Kenapa bisa begitu ?

Ketika kita merasa galau kita akan berfikir cara untuk menghilangkan rasa galau tersebut dengan mengalihkan sedikit perhatian kita. Misal, ketika kita tidak memiliki uang dan kita merasa galau akan hal itu kita akan terpicu untuk berusaha agar dapat memiliki uang dengan usaha yang kita lakukan. Tentunya dengan usaha yang halal. Dan ketika kita tidak memiliki rasa galau akan hal itu, maka itu sangat berbahaya. Kita tidak punya motivasi untuk berusaha memiliki hal yang bisa dikatakan menjadi kebutuhan pokok dari manusia. Dan selanjutnya kita tidak akan bisa bertahan hidup.

Maka dari itu galau adalah perasaan yang kekal ada dalam diri manusia karena itu adalah unsur kebutuhan manusia untuk bertahan hidup. Jadi kita tidak usah mengeluh ketika merasakan galau, sebaliknya kita aloihkan rasa galau tersebut menjadi sebuah energi yang akan membuat diri kita akan lebih maju dari sebelumnya. Yang terpenting jangan mengalihkan rasa galau kita terhadap hal-hal yang negatif, karena itu akan merusak kehidupan kita mendatang dan kita tidak akan memiliki masa depan yang cerah.

Alihkan galau ke hal-hal yang positif

Saat galau melanda, kita ambil air wudhu terus sholat sunnah, tadarus dan curhat kepada Allah serta instropeksi diri. Pasti habis itu kita mendapatkan energi untuk merubah dan memperbaiki hidup kita agar menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Bisa jadi galau yang Allah berikan dalam kehidupan kita adalah sebentuk peringatan karena mungkin selama ini kita jauh dari-Nya, mulai melalaikan yang wajib, meninggalkan yang sunnah, dan menjurus ke sesuatu yang diharamkan. Nah.. galau itu diberikan karena Allah sayang sama kita, mengingatkan kita, agar kembali menjadi pribadi yang baik, yang sholeh, yang pantas mendapat nikmat-Nya.

Tidak usah protes terhadap ketentuan yang Allah berikan, tidak ngeluh juga kalau do'a kita belum dikabulkan. Karena Allah tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya, kita saja yang terkadang salah persepsi akan hal tersebut. Intinya kita kurang bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan, jadinya kita bisa menderita dan bisa-bisa mati dalam kegalauan.



Posted by Agus Tri Atmadi , Published at 00.45 and have 0 komentar

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar