Mencoba Memaknai Hidup Dengan Tekad, Kebersamaan, dan Do'a

Kelulusan : dari CORAT-CORET sampai FREE SEX, salah siapa ?

Kelulusan : dari CORAT-CORET sampai FREE SEX, salah siapa ?

Cerita Sepanjang Penghidupan
Pengumuman kelulusan tingkat SMA/SMK sederajat sudah dapat diketahui beberapa waktu lalu. Dengan demikian akan ada aksi corat-coret seragam putih abu-abu. Budaya yang sudah ada sejak tahun 80-an ini sudah menjadi penyakit turun-temurun yang menggerogoti siswa-siswi di indonesia. Namun salah atau benarkah budaya ini ?

Dengan maraknya aksi ini, dan bagaimanapun alasan mereka melakukan aksi ini merupakan budaya yang kurang baik. Mereka tidak menunjukkan sikap bersyukur yang sesungguhnya. Lebih pada hal foya-foya. Konvoi dijalanan menjadi aksi sampingan para siswa-siswi yang baru saja lulus ini.

Yang lebih tragis adalah pesta seks dan pesta miras bahakan narkotika. Banyak dari siswa-siswi di indonesia yang merayakan kelulusan dengan berpesta seks. Layaknya suami istri mereka tidak canggung untuk melakukannya karena mereka menganggap itu adalah hal yang wajar. Selain itu pula mereka kadang menambahinya dengan pesta miras dan narkotika. Katanya biar lebih kena waktu berhubungan intim.

Lebih baik diisi hal yang positif
Dari sekian banyak siswa-siswi yang melakukan hal tersebut diatas, masih ada kalangan siswa-siswi yang masih menghargai mengenai kelulusan. Mereka mengatakan tak ada corat-coret, pesta miras atau seks. Karena mereka beranggapan bahwa ujian hidup baru dimulai, jangan bersenang-senang dulu. Bersenang-senang itu boleh saja asal ya sewajarnya. Misalnya mengadakan syukuran atas kelulusan dengan mengundang anak yatim untuk makan gratis atau sebagainya.

Tergantung individu yang menjalaninya, jika mereka didasari iman dan mental yang kuat mereka akan meninggalkan budaya yang kurang baik ini. STOP CORAT-CORET, LAKUKAN YANG POSITIF.


Posted by Agus Tri Atmadi , Published at 17.05 and have 0 komentar

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar