Mencoba Memaknai Hidup Dengan Tekad, Kebersamaan, dan Do'a

Tertundanya Do'a yang Kita Panjatkan

Tertundanya Do'a yang Kita Panjatkan

Alhamdulillah, setelah sekian lama off dari dunia corat-coret di blog, sekarang ane sudah kembali lagi. Sekarang ini ane akan membahas mengenai Tertundanya Do'a yang Kita Panjatkan . Sehabis melaksanak ibadah kita selalu mengakhirinya dengan sebuah ucapan do'a  tentang apa yang kita inginkan atau apa yang ingin kita capai di waktu mendatang. Seperti rezeki, jodoh dan lainnya. Dan tak pasti do'a itu langsung diijabahi oleh ALLAH SWT. Kadang bisa langsung terkabul dan kadang beberapa waktu kemudian baru dikabulkan oleh-Nya. Ketika do'a kita belum ada jawaban juga, kita kebanyakan selalu su'udzon kepada Rabb kita. Astaghfirullahaladzim.

Cerita Sepanjang Penghidupan


Jangan sekali-kali kita melakukan hal bodoh tersebut. Kita harus bisa instropeksi diri mengenai penyebab kenapa do'a kita belum juga terjawab. menurut pandangan ane, ada beberapa penyebab tertundanya ijabah dari Allah atas do'a yang kita panjatkan, padahal kita merasa telah melakukan segala perintahnya. Inilah penyebab tertundanya do'a yang kita panjatkan:

1. Merasa Number One diantara sesama
Sebagai manusia tentu kodratnya tidak pernah luput dari kekurangan, salah satu kekurangan itu adalah merasa dirinya lebih pantas dan lebih baik dari orang lain. Padahal perasaan seperti itu sangatlah menunjukkan ketamakkan kita sebagai manusia yang berbudi luhur. Jadi hilangkan perasaan seperti itu, selalu rendah hati dan tawadu' atas segala kepribadian kita.

2. Berbuat Baik dengan Berbagai Harapan
Meski kita sering berbuat baik, entah itu kepada sesama manusia atau lainnya. Sering beramal di jalan Allah, tapi hati kita selalu mengharapakan sesuatu yang lebih atas amal yang kita lakukan. Memang, keikhlasan seseorang tidak ada yang mampu menilai kecuali Dia, Rabb semesta alam. Ikhlas menjadi sesuatu yang sulit kita raih, meski kita merasa ikhlas atas amal yang kita buat. Setidaknya kita mengurangi harapan-harapan yang berlebih atas amal yang kita lakukan. Meski sulit setidaknya kita telah berusaha untuk belajar ikhlas atas nama Allah bukan imbalan atau harapan yang lebih dari-Nya.

3. Kualitas Ibadah Kita yang Kurang
Ibadah bagi umat muslim adalah sesuatu tindakkan yang wajib dilakukan. Contohnya sholat 5 waktu. Kita harus berkaca pada diri kita sendiri, sudahkah kita memiliki kualitas ibadah yang baik ? Kualitas ibadah tentu menjadi salah satu faktor penting dalam terkabulnya do'a yang kita panjatkan selain dengan usaha yang kita lakukan. Yang dimaksud kualitas ibadah kita disini adalah semisal kita melaksanakan sholat 5 waktu, sudahkah kita melaksanakan dengan khusuk ? atau kita hanya sekedar ibadah untuk menggugurkan kewajiban kita ?
Disisi lain, sudahkah ibadah kita tepat waktu ? atau kita sering menunda-nunda waktu ibadah kita dengan lebih mementingkan urusan dunia kita? Jadi kita wajib bertanya kepada diri kita sendiri mengenai hal itu. Tentu kita sendiri yang tahu jawabannya.

4. Jangan Tinggalkan Orang Tua Kita
Kehadiran sosok kedua orang tua kita disisi kehidupan kita memang bisa disebut sebagai harta kehidupan kita yang berharga. Tanpa beliau, kita bukanlah apa-apa. Jangansekali-kali kita sampai meninggalkan orang tua. Yang dimaksud meninggalkan disini bukannya kita berada jauh dari orang tua, tapi melupakan orang tua demi kehidupan kita yang kita rasa akan lebih baik. Kita harus tahu bahwa ridho Allah juga ridho orang tua kita terutama sesosok ibu. Sebaiknya kita juga mendo'akan kebaikkan untuk orang tua kita disetiap selesai sholat. Entah itu kita bersama mereka atau kita berada jauh dari mereka. Jangan lupa untuk meminta restunya ketika hendak melakukan sesuatu. Insya Allah, pekerjaan yang akan kita lakukan akan berjalan lancar kalau-kalau kita juga meminta restu dan nasihat orang tua.

5. Sudahkah kita membaca Al-Quran hari ini ?
Kitab suci umat muslim didunia adalah Al-Quran. Sadar tidak sadar kita semua mengakuinya. Tapi, sudahkah kita membacanya hari ini ? Al-Quran sering kali hanya menjadi pelengkap untuk memenuhi rak buku kita dan juga pelengkap identitas muslim kita, tanpa sering kita membcanya. Percaya tidak percaya Al-Quran adalah wahyu dari Allah yang diturunkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw. Dan sekali lagi percaya tidak percaya, banyak keajaiban yang ditimbulkan dari kitab ini. Mulai dari tentang kehiudpan, pengetahuan, teknologi dan lainnya. Bacalah Al-Quran setiap hari walau satu ayat sehari. Itu bukti kalau kita masih menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup kita bukan pelengkap rak buku kita. Membaca saja kalau tidak tahu maknya sebenarnya juga sama bohong menurut ane. Jadi setidaknya selain kita membaca juga memahami maknanya, agar kita tahu bagaimana kita menjalankan hidup sesuai perintah Allah melalui Al-Quran yang diturunkan-Nya.


Itulah menurut ane penyebab Tertundanya Do'a yang Kita Panjatkan. Kita tidak tahu mana yang baik dan mana yang tidak, tapi setidaknya kita mempunyai gambaran bagaimana do'a kita akan lebih cepat dijawab oleh Allah Swt. Mengenai terjawab tidaknya, itu masih menjadi rahasia Ilahi, kita tak bisa menuntut apa atas hal tersebut. Tentunya semua do'a yang kita panjatkan selalu dibarengi dengan usaha yang kita lakukan. Jadi intinya ikhtiar dan tawakkal dalam menjalani hidup.
Allahu'alam.


Posted by Agus Tri Atmadi , Published at 07.00 and have 0 komentar

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar