Mencoba Memaknai Hidup Dengan Tekad, Kebersamaan, dan Do'a

Ibu, aku ingin menangis di pangkuanmu !

Ibu, aku ingin menangis di pangkuanmu !




Sewaktu aku kecil, aku selalu mencari ibu di kala teman-teman menyakitiku dan ibu berkata, “Sudahlah nak, tidak mengapa. Besok kamu dan dia akan berteman lagi.”

Sewaktu aku remaja, aku selalu mencari ibu kala teman-temanku mengejek, “Wajahmu jelek dan kamu tidak punya apa-apa.” Ibu pun berkata, ”Sudahlah nak, tidak mengapa. Kamu adalah gadis di mata ibu karena kamu gadis yang baik.”
Sewaktu aku beranjak dewasa, aku selalu mencari ibu kala tugas akhir tak selesai-selesai dan ibu berkata, ”Sudahlah nak. Kerjakan dengan sungguh-sungguh. Ibu akan turut mendoakan. Semoga hasilnya baik ya.”
Sewaktu aku dewasa, aku selalu mencari ibu kala jodoh tak kunjung datang dan ibu berkata, ”sabarlah nak, Allah sedang memilihkan jodoh yang terbaik untukmu. Ibu akan mendoakan agar jodohmu segera datang ya.”
Sewaktu aku telah menikah, aku selalu mencari ibu kala buah hati tak kunjung datang, ibu selalu membesarkan hatiku dan selalu berkata, ”Sabarlah nak, Allah Mahatahu kapan waktu yang tepat memberimu anak. Berdoalah dan berusahalah. Jangan berputus asa dari rahmat Allah. Ibu akan turut mendoakan engkau segera mengandung ya.”
Bu, doa ibu semuanya terkabul. Aku tumbuh jadi seorang wanita,seorang istri,dan seorang ibu.
Bu, di kala jauh darimu, aku baru benar-benar merasa betapa berat dan mulianya tugas seorang ibu.
Bu, tak jarang aku ingin berlari dan segera memelukmu kala begitu banyak persoalan hidup menghimpitmu.
Bu, aku ingin menangis di pangkuanmu.
:: penggalan isi buku kekuatan Doa ibu ::
hampir semua bagian dari penggalan tersebut sedang merasuki pikiran ini, dan sungguh ini mirip dengan apa yang di alami oleh kakak perempuan ane, sehingga ane dan kakak perempuan ane pun hanya ingin berkata “IBU,AKU INGIN MENANGIS DI PANGKUANMU”




Posted by Agus Tri Atmadi , Published at 08.46 and have