Mencoba Memaknai Hidup Dengan Tekad, Kebersamaan, dan Do'a

Politik Kampus

Politik Kampus



Kehidupan kampus memang penuh dengan kebingungan. Bingung ini, bingung itu, dan bingung hal lainnya. Dunia perkampusan di indonesia pun tak luput dari kegiatan politik. Entah itu money politik, politik kekuasaan dan sebagainya. Contoh gamblang saja, adanya kegiatan politik yang membabi buta pada acara pemilihan ketua BEM Universitas. Banyak kecurangan yang dilakukan oleh peserta dan bahkan hampir semua peserta agar terpilih menjadi ketua BEM Universitas.

Kegiatan seperti ini memang sudah biasa di negara kita Bahkan sudah menjadi trend atau budaya. Manusia cuma butuh jabatan dan kekuasaan tanpa melihat dari sisi kehidupan lainnya. Banyak sekali orang-orang di luar yang membutuhkan uluran tangan kita. Pendidikan yang semakin menurun juga merupakan akibat kegiatan yang tak bermoral ini.

Dulu waktu saya masih SMK, saya berpikir hanya orang-orang yang memiliki jabatan tinggi sajalah yang melakukan kegiatan seperti ini. Namun nyatanya ketika saya memulai kehidupan saya sebagai mahasiswa, saya jelas-jelas mengetahui secara langsung kegiatan seperti ini. Dan saya cuma bisa bilang dalam hati, "Ternyata politik sudah mengakar pada bangsa ini, bahkan calon-calon penerus bangsa juga menruskan budaya BEJAT ini".

Kegiatan politik di kampus tidak hanya sekedar itu saja. Ada saja mahasiswa yang melakukan politik dengan dosennya. Misalnya, di depan dosen dia terlihat seperti mahasiswa teladan, padahal dibelakang dosen dia juga sering melakukan kecurangan. Contohnya kegiatan PLAGIAT. Mahasiswa pada zaman sekarang ini memang tak bisa dijauhkan dari kegaitan plagiat. Dan itulah yang sudah membudaya di kampus-kampus.

Dan menurut saya kegiatan seperti yang tersebut diatas memang sudah menyalahi etika. Tapi lebih salah lagi "Orang yang menyalahkan orang lain yang melakukan seperti itu, tapi orang tersebut juga pernah melakukan hal yang sama di masa lalu dan masa mendatang".



Posted by Agus Tri Atmadi , Published at 11.27 and have